Laman

Selasa, 29 November 2016

Switchable Me: Mahasiswa-Fasilitator dan Hobi Berpetualang Bersama Acer Switch Alpha 12, Notebook 2in1 yang Powerful dan Fanless

Switchable Me: Mahasiswa-Fasilitator dan Hobi Berpetualang Bersama Acer Switch Alpha 12, Notebook 2in1 yang Powerful dan Fanless

Saya seorang mahasiswa semester akhir di salah satu sekolah pascasarjana di Indonesia, menjadi seorang mahasiswa semester akhir tentu tugas penelitian dan menuangkanya ke dalam suatu karya ilmiah adalah suatu kewajiban yang sudah lumrah di dunia akademisi. Banyak orang bilang “penelitian itu gampang-gampang sulit, mulai dari jatuh bangun dalam kegagalan eksperimen, sampai terpuruk dalam ilusi kemalasan”. Ya sepertinya benar sekali, saya pribadi mengalami hal yang serupa. Setelah pergulatan panjang dengan tema penelitian, akhirnya saya memutuskan untuk mengambil tema “Biodiversitas Ikhtiologi khususnya di Perairan Umum”, kebetulan saya tergabung dalam project “Ekspedisi Bufferzone Resort Suo-Suo, Taman Nasional Bukit Tigapuluh” setahun yang lalu.
Mulai dari tema project saja tentu kita sudah terbayang apa yang akan saya lakukan dan bagaimana medan perjalanannya. Ya tepat sekali, saya menelusi sungai sepanjang hutan rimba, turun naik bukit nan terjal dari musim kemarau sampai musim hujan, menurut rumornya sih bentang alam Sumatera yang satu ini paling tidak terdapat 30 bukit berturut-turut, karena itu disebut “Bukit Tigapuluh”. Dalam kegiatan ekspedisi alam seperti ini, salah satu hal yang harus kita persiapkan adalah kebugaran fisik dan tentunya kebugaran fisik itu juga dipengaruhi oleh seberapa berat ransel atau carrier yang kita bawa, karena itu kita harus pandai dan jeli dalam memilih barang-barang mana saja yang menjadi prioritas dibawa dan tidak dibawa. Jika kita tidak jeli dalam memilih barang-barang prioritas, maka yakinlah beban ransel atau carrier kita akan menyulitkan kita sendiri saat perjalanan.
Mengenai beban ransel atau carrier, saya pribadi punya pengalaman tersendiri. Dalam kegiatan ekspedisi riset seperti ini, tentu perangkat seperti laptop dan tab wajib dibawa, saat itu saya hanya memiliki laptop berukuran 14” dan itu pun laptop model lama, kalian tentu tahu bagaimana spesifikasi laptop model lama, beratnya saja nyaris 2 Kg lebih belum lagi ditambah tab dan perlengkapan yang lain. Saat itu rasanya saya pengen nangis dan pingsan “menggendong” carrier sambil terbungkuk-bungkuk. Mulai saat itu saya paham bahwa didalam perjalanan panjang dengan medan alam yang sulit, beban ransel atau carrier sangat wajib diperhitungkan, karena selisih 1 gram saja, maka akan terasa sangat berat saat membawanya.
Foto kegiatan Ekspedisi Bufferzone Resort Suo-Suo TNBT (sumber: Indra, 2016)

Selain sebagai seorang mahasiswa, saya juga melakoni pekerjaan bidang pendampingan dan pemberdayaan masyarakat disalah satu program kementerian pusat. Sebagai “Fasilitator” atau “Tenaga Pendamping” saya diharuskan berkeliling mengunjungi masyarakat daerah-daerah yang menjadi lokasi program tersebut untuk melakukan pembinaan atau pelatihan. Tidak jarang saya mendapat daerah terpelosok yang akses dan medannya sangat memprihatinkan. Jangankan sinyal, akses transportasi dan listrik pun masih sangat sulit, ya nyaris sama seperti kondisi saat saya menjadi peneliti.

Foto kegiatan PRO-PESISIR dibawah  KKP dan DFW-Indonesia (sumber: Indra, 2016)
Sebenarnya saat ini saya memang sedang mencari laptop untuk sebagai partner dalam berpetualang dan berkarya, karena beberapa minggu yang lalu laptop lama saya mengalami kerusakan, ya mungkin terhempas saat perahu yang saya tumpangi terguncang gelombang saat menyeberangi laut lokasi tugas saya. Melihat ada seorang teman yang mengikuti competition acer “SwitchableMe”, perhatian saya langsung terfokus ke produk notebook acer yang diusung yaitu “Acer Switch Alpha 12” yang sepertinya aduhai, pinter dan seksi. Jujur saja, saya bukan orang yang biasa menulis di blog dan ini adalah kali pertamanya, ya boleh dibilang amatiranlah dengan blog baru yang saya namai "Corgito ergo sum". Tujuannya pun bukan untuk menang, namun sekedar mengungkapkan isi hati saja kenapa akhirnya saya memilih “Acer Switch Alpha 12” ini.
Sepintas saya perhatikan notebook besutan acer kali ini memang sangat menarik. Trend pasar notebook 2in1, atau yang sering pula disebut dengan notebook hybrid, khususnya di Indonesia akhir-akhir ini memang sedang naik daun. Acer sendiri mengeluarkan produk terbarunya di kelas premium, tidak tanggung-tanggung Acer menanamkan spesifikasi kelas atas pada perangkat berdimensi 292 x 201 x 15 mm ini. Ada dua varian yang mungkin bisa dipertimbangkan, pertama menggunakan prosesor Intel Core i7 6500U dengan storage SSD 512 GB dan memory RAM 8GB yang dibanderol dengan harga Rp19.999.000. Sedangkan varian lainnya menggunakan prosesor Intel Core i5 6200U dengan storage SSD 256 GB dan memory RAM 4 GB dibanderol dengan harga Rp13.799.000.


Model Acer Switch Alpha 12 dan spesifikasinya berdasarkan varian (sumber: http://www.acerid.com, 2016)

Acer Switch Alpha 12 ini menggunakan layar berukuran 12 inci dengan panel IPS dan resolusi qHD 2160 x 1440 dan telah didukung mode pengoperasian layar sentuh. Acer juga turut membenamkan beberapa fitur konektivitas berupa 802.11 AC dan Bluetooth v4, serta kamera depan 2 MP dan belakang 5 MP. Dengan begitu sangat cocok sekali buat saya yang selalu mengalami masalah dengan isi ransel, gabut dan repot bawa laptop untuk laporan dan tab untuk membaca materi dan dokumentasi kegiatan.
Sungguh spesifikasi yang luar biasa, sebagai seorang mahasiswa, fasilitator dan petualang yang memiliki mobilitas dan segudang pekerjaan, rasanya notebook ini adalah pilihan yang tepat sebagai partner. Ukurannya yang molek dan tipis yang tentunya akan membuat saya tidak merasa berat dan ribet lagi dalam membawa seperangkat kerja plus hobi 2in1 dalam satu paket terutama untuk perjalanan jauh, selain itu spesifikasinya yang tinggi sangat mendukung aplikasi-aplikasi grafis tools yang menunjang profesi saya.
Tidak hanya itu, Switch Alpha 12 mengadopsi teknologi terbaru Acer pada notebook 2in1 yaitu LiquidLoop. Sistem ini mampu menghadirkan pendingin yang bisa menstabilkan suhu mesin laptop tanpa kipas, yang digunakan adalah cairan pendingin yang tidak menimbulkan suara bising sehingga saya bisa nyaman membuat laporan dan tugas di mobil atau kapal tanpa khawatir terganggu suara mesin laptop dan cepat overheating saat dipangku.
Sedangkan untuk daya tahan, laptop 2in1 ini sudah dilengkapi baterai berkapasitas 4.870 mAh dan diklaim dapat bertahan hingga 8 jam ketika kita menonton film Full HD secara terus menerus. Ya lumayanlah bisa buat berseluncur di media sosial, nonton dan nge-game saat mengisi waktu kosong dalam perjalanan.
Memang tidak bisa dimungkiri di dunia kerja era trand digital saat ini, kita dituntut untuk bekerja lebih fleksibel dan dinamis. Ya memanfaatkan setiap tempat sebagai tempat kerja, bekerja tak lagi terasa kaku dengan aturan office hour. Sepertinya gaya hidup ‘Switchable Me’ seperti ini tentu saja terasa sangat nyaman untuk mendukung pekerjaan dan passion secara rutin. Saya bisa “switch” dari kesibukan laporan dan presentasi ke hobi berpetualang yang saya geluti, ataupun sebaliknya. Indeed, you are a multitasking person in digital world!.
 




Tulisan ini coba diikut serta meramaikan story competition bertemakan “Switchable Me” di “Switchable Me Story Competition”, ya itung-itung belajar nulis di blog dan semoga menjadi hoby tambahan yang tentunya positif dan produktif.

Daftar Pustaka
http://gadgetplus.id/acer-switch-alpha-12-resmi-hadir-di-indonesia-berapa-harganya/
http://www.acerid.com/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar